Postingan

Panggilan untuk melayani?

Saya adalah mahasiswa teologi semester 4 UKIM. Saya ingin menjadi pendeta, "it's mean a real priest" bukan hanya sebatas profesi, tapi betul-betul membutuhkan sifat profesional dialaminya, dalam hal ini pengetahuan, ataupun jemampuan. Kemampuan  tentang melayani ataupun berbagi kasih terhadap sesama, memanggil orang untuk percaya kepada Kristus dan menjadikan Kristus sebagai prioritas utama kita. Awalnya saya merasa ragu dan bahkan sampai sekarang, ini semua berasal dari diri saya. Saya bukan anak yang pintar, apa lagi pengetahuan Alkitab, saya juga tidak terlalu rajin dalam beribadah. Setiap hari sebelum tidur perasaan akan ketakutan selalu ada, saya selalu berfikir apakah benar saya terpanggil? Saya dipilih untuk menjadi pelayan didunia ini? Saya berfikir apakah benar maksud kata "panggilan" untuk melayani? Dan saya berpikir salah satu bukti terbaik dari sebuah panggilan sejati adalah memiliki kecakapan-kecakapan istimewa yang menambahkan secara nyata faedah...

Puisi plulariseme Lukas 10: 25-37 "Berdasarkan kisah seorang Samaria yang murah hati"

Siapakah sesamaku manusia? Tanah menangis untuk rasa yang berbeda. Bersama-? Ataukah sendiri? Berkelana dibumi? Tulang-tulangku gemetar dan jiwaku terkejut karena seorang Samaria yang mencerminkan keselaraasan. Rebahkanlah kita bersama merasakan cakrawalamu. Tinggalkan benci ditanah yang gundul. Karena engkau yang elok di antara anak manusia telah menghancurkan Jaring-jaring pemisah, kau hancurkan  dan membuat tidak tersandung. Yahudi, siapakah sesama kalian manusia? Kita! Kita yang bersama mengancungkan tangan,membasuh kaki bersama.